Kini, public relations (PR)
menjadi salah satu profesi yang banyak diincar oleh pencari kerja.
Menjanjikan penghasilan tinggi, seorang praktisi PR harus menciptakan
ide dan solusi serta membangun komunikasi dengan klien maupun media.
Profesi sebagai public relations
(PR) atau hubungan (humas) masyarakat sudah jamak terdengar di telinga
banyak orang. Hampir di seluruh kegiatan, baik berkaitan dengan
perseorangan, organisasi, atau perusahaan, peran PR sangat dibutuhkan
untuk mendukung kelancaran hingga kesuksesan kegiatan tersebut.
Adanya tuntutan keterbukaan dalam berbagai aspek kehidupan berimbas pada makin pentingnya profesi ini. Isyak Stamboel, Managing Director Kendilima Strategic Communications, mengatakan, hampir semua perusahaan yang menerapkan manajemen modern membutuhkan public relations. "Tren perusahaan ke arah terbuka, yakni perusahaan go public, memberi peluang profesi ini untuk lebih eksis," katanya.
Maklum, PR bisa menjadi jembatan komunikasi yang baik bagi berbagai pihak untuk mencapai tujuannya. Menurut Indira Abidin, Managing Director Fortune PR, public relations
memang mempunyai peran dalam membangun hubungan timbal balik dengan
berbagai stakeholder. Mereka harus membangun hubungan yang baik untuk
mendukung tercapainya tujuan bagi pribadi, organisasi, atau perusahaan.
Sementara
itu, Sri Lestari, Principal Consultant Cognito Communications
Counsellors, mengatakan, praktisi PR berperan dalam mengelola reputasi
klien. "Kami akan mengelola persepsi target audience klien kita,
terhadap produk, atau apa saja yang ditugaskan kepada kami," ujarnya.
Pertumbuhan
ekonomi di negeri ini yang baik juga meningkatkan kebutuhan akan
praktisi PR. Kebutuhan PR ini datang dari perusahaan-perusahaan yang
berkembang.
Selain itu, banyaknya investasi baru juga makin
mendorong tingginya kebutuhan akan PR. Sama halnya perusahaan lain,
perusahaan baru membutuhkan solusi strategi komunikasi khusus, baik
untuk memperkenalkan keberadaannya atau tujuan-tujuan yang ingin
dicapai.
Permintaan tinggi
Bukan
hanya oleh perusahaan PR, kebutuhan tenaga PR juga datang dari
perusahaan besar yang memiliki aktivitas bisnis luas. Mereka biasanya
juga mengurusi bidang hubungan internal maupun eksternal perusahaan.
Nah, PR yang bekerja pada sebuah perusahaan ini biasa disebut inhouse public relations. "Peluang karier PR sangat besar dan luas, sejalan dengan modernisasi yang terjadi di segala bidang," kata Isyak.
Indira
sepakat perihal tingginya kebutuhan profesional di bidang PR.
Buktinya, selama dua tahun belakangan ini ia banyak menerima proyek
berkaitan dengan public relations. "Banyak permintaan yang datang ke
Fortune PR. Hampir 30 persen dari luar negeri," jelasnya.
Senada
dengan Indira, Sri Lestari juga membenarkan soal perkembangan industri
PR ini. Ia melihat, salah satu indikasi pertumbuhan industri ini
adalah makin banyaknya sekolah yang menawarkan pendidikan public relations. "Kondisi itu bisa menunjukkan tingginya permintaan sumber daya manusia di industri ini," terang Sri.
Selain itu, ia juga mengamati munculnya sejumlah PR agensi baru. "Khususnya, PR agensi yang baru start-up atau masih kecil. Mereka bermunculan dengan jumlah yang cukup banyak," kata Sri.
Makin
baiknya prospek industri PR, lanjutnya, juga ditandai dengan
membaiknya penerimaan oleh media. "Saat ini, mulai ada media yang
memberikan penghargaan terhadap para praktisi PR," tutur Sri.
Dari
kacamata perusahaannya sendiri, Sri juga melihat pesatnya perkembangan
industri PR ini tampak dari proyek-proyek yang mengalir ke Cognito.
"Boleh dibilang, kecepatan kami mendapatkan proyek lebih cepat
dibandingkan dengan kecepatan kami mendapatkan karyawan," cetusnya.
Yang
jelas, tingginya permintaan itu juga melahirkan berbagai peluang dalam
industri hubungan publik. Termasuk, pengembangan sumber dayanya.
Maklum, saat ini, masih ada keterbatasan praktisi dalam industri PR
ini.
Tenaga kerja segar alias lulusan baru (fresh graduate)
belum bermanfaat secara maksimal. Butuh waktu yang cukup lama bagi
mereka untuk menjalani proses pendidikan. Maklum, para lulusan itu belum
siap pakai, tapi siap dididik kembali. "Meski dasar pendidikan PR
sudah cukup baik, masih jauh dengan kualitas yang dibutuhkan pasar,"
kata Isyak.
Padahal, kini, perusahaan-perusahaan yang ingin
mempekerjakan tenaga humas memerlukan tenaga-tenaga yang siap pakai.
Selain menguasai konsep-konsep PR, mereka juga mengerti praktik
manajemen, jurnalistik, dan mengikuti perkembangan masyarakat.
Arsitek komunikasi
Siapa
pun yang tertarik terjun ke dunia PR tak membutuhkan latar belakang
pendidikan khusus. Para praktisi PR yang ada saat ini pun datang dari
berbagai latar belakang pendidikan, tak terbatas dari mereka yang
memiliki pendidikan di bidang komunikasi.
Namun, tentu saja, akan
menjadi nilai lebih kalau para praktisi ini punya pemahaman yang lebih
baik akan salah satu industri. Misalnya, jika dia memahami soal
teknologi informasi atau hardware, software, besar kemungkinan dia akan
menangani perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan TI.
Yang
penting, menurut Isyak, orang yang menjalani profesi PR harus menyadari
bahwa jatidirinya menjadi cerminan profesinya. Saat dia akan membangun
citra positif, segala yang melekat dan tindakan yang dilakukan harus
berlandaskan harapan terciptanya hal-hal positif. "Seorang PR adalah
perencana komunikasi atau arsitek komunikasi," ujar Isyak.
Sebagai
arsitek, praktisi PR harus menguasai konsep-konsep komunikasi,
strategi komunikasi, dan siap mengeksekusi program komunikasi
sesempurna mungkin. "Dia juga harus memiliki pemikiran jernih. Karena
fungsi PR harusnya menjual solusi, dia juga harus bisa memberikan saran
yang paling baik untuk klien jika diminta," terang Sri.
Untuk
menjadi seorang praktisi PR yang andal, para peminat di bidang ini
harus memiliki bekal kompetensi yang cukup beragam. Apa saja? Yuk, kita
tengok satu per satu.
Keahlian berkomunikasi
Namanya saja arsitek komunikasi, tentu saja keahlian berkomunikasi (communication skill) mutlak harus dimiliki oleh seorang praktisi PR. Dia harus bisa menghadapi klien, media, dan masyarakat.
Keahlian
dalam berkomunikasi ini terlihat dari kemampuan membuat orang nyaman
diajak bicara, mengajak orang bisa mengungkapkan diri, serta bisa
menyampaikan pesan atau ide ke orang dengan efektif. Kemampuan ini juga
menjadi modal awal para PR untuk menciptakan jaringan, baik dengan
klien atau media. Dalam keahlian ini, seorang praktisi PR juga harus
mampu menjual ide. "Ini termasuk interpersonal skill," kata Indira.
Media relations
Kemampuan
media relations juga menjadi modal dasar lainnya, bagi praktisi public
relations. "Sebagai konsultan PR sebagian besar pekerjaan yang kami
tangani berhubungan dengan media massa," jelas Sri.
Oleh karena
itu, seorang praktisi PR harus mempunyai pemahaman pengetahuan dan
ketrampilan untuk mengenal media dengan baik. Mereka harus mengenal
media konvensional, sosial, dan apa pun jenis media itu, beserta
karakter masing-masing. Misalnya, jam
deadline, jenis-jenis
media yang cocok dengan tujuan yang ingin dicapai klien, gaya dan
keunikan. termasuk preferensi masing-masing media.
Makanya,
seandainya ada mantan wartawan yang ingin terjun ke dunia PR, tentu itu
menjadi nilai tambah tersendiri. Sebab, dia mengerti sistem dalam dunia
pers dan sudah paham peta media di Indonesia.
Namun, tak cukup
memiliki jaringan yang luas dengan banyak media, seorang praktisi PR
juga harus mampu menjalin komunikasi yang baik dan berkualitas dengan
para jurnalis, termasuk editor dan editor in chief. Arti berkualitas di sini, bukan hanya kenal, tapi memiliki hubungan yang baik, bahkan sedapat mungkin akrab.
Bisa menulis
Seorang
praktisi PR juga dituntut memiliki kemampuan tulis menulis. Bagian
dari kemampuan ini antara lain merumuskan masalah, menyusun dalam alur
sederhana, dan menyampaikannya dalam bentuk tulisan yang runut agar
pesan yang tersampaikan.
Maklum, dalam menjual solusi klien,
praktisi PR seringkali menggunakan media seperti konferensi pers. Nah,
dalam konferensi pers tersebut, mereka juga seringkali menyertakan media
release. Selain itu, untuk menjalin komunikasi, baik dengan klien atau
media, tak selamanya bentuk komunikasi ini bisa memakai cara-cara
verbal. "Oleh karena itu, dia juga harus bisa menulis," kata Sri.
Piawai bernegiosiasi
Semakin
senior predikat PR yang disandang, maka banyaknya keahlian akan
menjadi nilai tambah tersendiri. "Mereka harus pandai menganalisis
sesuatu, menangani isu, dan memiliki keahlian untuk bernegosiasi,"
terang Sri. Kemampuan negosiasi ini penting, karena praktisi PR bukan
hanya bernegosiasi dengan klien. Ketika mengadakan event tertentu,
mereka juga harus menghadapi banyak pihak. Misalnya, mereka harus
menyewa gedung atau mencari suplai berbagai kebutuhan untuk dalam event
tersebut.
Selain itu, kemampuan negosiasi juga diperlukan
ketika para praktisi PR ini harus mencari atau mendapatkan
proyek-proyek baru. "Kami semua harus mempunyai mentalitas untuk
mencari proyek," kata Sri.
Semakin baik kualitas dalam
menangani sebuah kegiatan atau mencari solusi terhadap suatu masalah,
akan makin besar peluang klien untuk memperpanjang kontrak. Tentu saja,
ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi agensi.
Penghasilan tinggi
Perkembangan
dalam industri PR ini juga menuntut adanya perubahan struktur
organisasi dalam sebuah perusahaan agensi PR. Supaya makin fokus dalam
memberikan pelayanan kepada klien, mereka pun terus berbenah dengan
mengembangkan berbagai divisi.
Dari sini lantas muncul
kebutuhan-kebutuhan tenaga baru. Tentu saja, hal ini menciptakan membuat
jenjang karier di sebuah perusahaan PR menjadi lebih luas dan panjang.
Hanya saja, setiap perusahaan tentu mempunyai kebijakan masing-masing
soal pengembangan divisi dan jenjang karier sesuai dengan kebutuhan
mereka.
Di Cognito Communication Counsellors misalnya. Agensi PR yang menawarkan beberapa solusi komunikasi (corporate communication, marketing communication, crisis and issues management) membagi jenjang karier karyawan dalam enam tingkatan. Yakni, account coordinator, associate, senior associate, consultant, senior consultant, dan principal consultant.
"Tapi, bisa jadi level jenjang karier ini akan berbeda sangat jauh
antar perusahaan, meski menggunakan terminologi yang sama," pesan Sri.
Sementara
itu, Fortune PR membagi beberapa praktisinya dalam divisi berdasarkan
industri. Seperti ada divisi yang khusus menangani industri pariwisata
dan hospitality, keuangan, teknologi, kesehatan, dan prodev atau
pemasaran sosial.
Baik Indira maupun Sri Lestari mengakui, dalam
kondisi saat ini, keterbatasan praktisi PR justru berada pada level
atas. "Mulai prinsipal sudah susah, mereka ini yang memiliki kemampuan
untuk menggaet klien baru," kata Indira.
Lantas, berapa potensi
penghasilan yang masuk ke kantong praktisi PR? Sebagai perusahaan di
bidang jasa, Sri mengatakan sangat sulit memberikan patokan penghasilan
karena penilaian untuk pemikiran tiap-tiap individu di setiap
perusahaan bisa berbeda jauh. "Jadi, akan sulit menetapkan patokan
penghasilan karena perusahaan kecil punya perhitungan sendiri bagi
pemula dan tingkatan di atasnya, demikian pula perusahaan level
menengah dan atas," kata Sri.
Namun, menurut Sri, saat ini,
kompensasi yang diterima para praktisi PR ini cukup bersaing dengan
industri lainnya. "Jika tidak, tentu tak banyak pihak masuk di industri
ini," ujarnya.
Di luar kompensasi yang diterima setiap bulan,
lanjut Sri Lestari, seorang praktisi PR juga bisa mendapatkan
penghasilan tambahan, berupa insentif, komisi dan bonus kalau mereka
bisa mencapai target tertentu. "Jadi, mereka bekerja tak sekadar
menjalankan pekerjaan," kata Sri.
Mereka akan mendapatkan
insentif, misalnya, ketika ada klien yang menyatakan kepuasan karena
pesan yang mereka inginkan benar-benar tersampaikan berkat aktivitas PR
yang dijalankan petugas atau perusahaan. "Jika ada klien yang
memperbarui atau mendapatkan kontrak baru, keberhasilan ini juga kami
bagi kepada mereka yang selama ini telah bekerja keras," jelas Sri.
Isyak
menambahkan, penghasilan seorang PR sangat tergantung skala bisnis
perusahaan yang menaunginya. "Namun, untuk saat ini, penghasilan yang
diperoleh bisa ditotal relatif lumayan besar, apalagi untuk level
senior atau mereka yang sudah berpengalaman di bidang ini," katanya.
Seorang
praktisi PR yang enggan disebut namanya menyebutkan, kisaran
penghasilan PR di level pemula hingga masa kerja tiga tahun antara Rp 3
juta–Rp 5 juta per bulan. Sedangkan penghasilan tingkat senior
berkisar Rp 7 juta hingga Rp 12 juta. Di level selanjutnya, penghasilan
mereka bisa mencapai puluhan juta per bulan.
Tertarik?
(J. Ani Kristanti/Kontan)
matejgaspar
Sabtu, 08 September 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
Jenjang karier di Public Relations
DI PERUSAHAAN SWASTA
- Kepala Biro/ Division Head / Senior Manager
- Kepala Bagian/ Department Head/ Manager
- Kepala Bidang / Subdepartment Head / Assistant Manager
- Koordinator / Officer
- Supervisor/ Senior Staf
- Staf
DI INSTANSI PEMERINTAH
- Kepala Biro
- Kepala Bagian
- Kepala Bidang
DI ORGANISASI NIRLABA
- Manager
- Coordinator
- Staf
DI KONSULTAN PR
- Direktur
- Account Director
- Account Manager
- Account Executive / PR office
PENGHASILAN PROFESI PR
JABATAN
|
PERUSAHAAN
SWASTA
|
PR
KONSULTAN
|
DEPARTEMEN/
ORGANISASI
NIRLABA
|
Direktur/ VP
|
30 50 jt
|
20 – 30 jt
|
|
Assistant VP
|
15 – 25jt
|
||
Kepala Biro Divisi
|
10 – 15 jt
|
||
Kepala Bagian /
Manager
|
8 – 10 jt
|
6 – 10 jt
|
|
Kepala Bidang/
Assistant Manager
|
6 – 8 jt
|
||
Koordinator
|
4 – 6 jt
|
3 – 6 jt
|
|
Staf PR
|
1,5 – 3 jt
|
1 – 2 jt
|
|
Account Director
|
10 – 15 jt
|
||
Account Manager
|
5 – 10 jt
|
||
Account Executive
|
2 – 5jt
|
DAFTAR PR SENIOR
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
1
|
Ahmad Fuad Afdhal
|
Ketua APPRI
Direktur PT Awal Fajar Adicitra
|
2.
|
August Parengkuan
|
Direktur PR Society
Indonesia
|
3.
|
Aminuddin
|
Vice President
PT. Astra International
|
4.
|
Elizabeth G
Ananto
|
Direktur
MM Komunikasi
Trisakti
|
5.
|
Ishadi SK
|
Direktur Trans TV
|
6.
|
Inke Maris
|
Direktur Inke Maris & Associate
|
7.
|
Miranti Abidin
|
Direktur Fortune PR
|
8.
|
Magdalena Wenas
|
Direktur MPR
Sekjen PR Society Indonesia
|
9.
|
Teddy Kharsadi
|
Natioanl Chairman IPRA Indonesia
|
10.
|
Wimar Witoelar
|
Perspektif PR
|
11.
|
Soebagyo MS
|
Ketua Pelaksana Harian Bakohumas
Pusat
|
12
|
Wisaksono Noeradi
|
Vice Chairman Matari Inc.
|
13.
|
Rusli Simanjuntak
|
Ketua Perhumas Pusat
|
Praktik Public Relations di instansi pemerintah dan perusahaan
Istilah
Humas tampaknya lebih popular di lingkungan pemerintahan, dibandingkan PR.
Bahkan organisasi yang membawahi humas pemerintah Indonesia dinamakan Bakohumas
Sejak
tahun…..sebuah asosiasi bernama Bakohumas telah dibentuk untuk menaungi seluruh
kegiatan dan keberadaan humas – humas di instansi pemerintah. Setiap tahun
Bakohumas menggelar Pertemuan Tahunan yang dihadiri sekitar 450 pejabat humas
selururh Indonesia tingkat kabupaten/ kota, provinsi dan pusat. Dalam pertemuan
tahunan Bakohumas awal tahun 2006 lalu, ( mantan) Menkominfo Sofyan Djalil
menegaskan bahwa humas pemerintah: humas departemen, lembaga Negara BUMN,
pemerintah daerah, memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya
menyebarluaskan informasi program kegiatan pemerintahan dan pembangunan
Menururt Menkominfo keberhasilan dari aktivitas apapun,
terletak pada keberanian kita dalam mengevaluasi diri secara terbuka. Bukan
malah sebaliknya, bahwa apa yang sedang dan telah kita lakukan setiap hari,
bahkan sudah bertahun – tahun, tidak pernah dil;akukan evaluasi terhadap output
dan outcome-nya. Sehinggah kegiatan yang dilakukan berjalan tanpa arah,
tersifat rutin, dan tidak inovatif. Tentu saja hasilnya tidak signifikan bagi
solusi permasalahan yang terjadi dan berkembang di masyarakat
PR DI LEMBAGA NEGARA
Program komunikasi PLN tujuannya untuk mendidik masyarakat
untuk menghemat sumber daya listrik, antara lain melalui penyuluhan kepada
masyarakat khususnya pelanggan PLN, pemasangan spanduk – spanduk di setiap
loket PLN, penayangan iklan layanan masyarakat di TV, radio dan media cetak
Khusus untuk kampanye hemat listrik program komunikasi/ PR
yang dilakukan PLN pusat adalah :
- Iklan layanan masyarakat di stasiun TV dengan bintang Lidya Kandouw utnuk mengajak masyarakat berhemat listrik
- Iklan layanan masyarakat seri hemat listrik dan bahaya pencurian listrik di media cetak
- Pemasangan spanduk di beberapa lokasi strategis tentang himbauan hemat listrik
- Meluncurkan modul edukasi hemat energi untuk anak sekolah dasar, agar sejak dini mereka memiliki pengetahuan tentang listrik secara benar. Berupa film animasi dua seri
- Peluncuran mascot PLN untuk sosialisasi hemat energi yaitu “ kak Bili” yang merupakan singkatan bijak listrik berupa boneka berbentuk lampu pijar hemat listrik
HUMAS SETJEN DPR
Tugas bagian hubungan masyarakat, biro humas dan pemberitaan setjen DPR adalah :
Melaksanakan analisis terhadap isu – isu di lingkungan DPR dan melaksanakan urusan kehumasan. Fungsi bagian humas setjen DPR meliputi:
Tugas bagian hubungan masyarakat, biro humas dan pemberitaan setjen DPR adalah :
Melaksanakan analisis terhadap isu – isu di lingkungan DPR dan melaksanakan urusan kehumasan. Fungsi bagian humas setjen DPR meliputi:
- Pelaksanaan penyiapan bahan materi penerangan kepada masyarakat
- Penyaluran delegasi pengaduan masyarakat
HUMAS BANK INDONESIA
Tujuan
kegiatan Biro Perencanaan Strategis dan Humas secara umum adalah meningkatkan
apresiasi, pemahaman dan edukasi masyarakat terhadap peran Bank Indonesia.
Diantara banyak kegiatan yang dilakukan salah – satunya adalah melalui lomba
karya tulis perbankan untuk umum dan pers. Bank Indonesia juga betanggung jawab
mengedukasi masyarakat tentang aktivitas transaksi keuangan yang baik dan
benar. Seperti kampanye anti money laundering yang gencar dipublikasikan di
berbagai media massa, dengan tagline: kalau bersih kenapa harus risih….
Kampanye ini sangat mengena dan
mencerdaskan masyarakat terutama di saat meruaknya kasus pencairan dana milik
Tommy Suharto dari ban di luar negeri melalui rekening departemen hukum dan HAM
PR DI DEPARTEMEN PEMERINTAH
HUMAS DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN
PARIWISATA ( DEPBUDPAR)
Dari
riset yang dilakukan Depbudpar, sekitar 70 persen wisatawan asing sebenarnya
lebih menyukai wisata bahari daripada wisata alam lain. Untuk meningkatkan
publisitas potensi wisata Indonesia, antara lain “ merangkul” para wartawan
media. Kiat yang dil.akukan humas Depbudpar cukup menarik, yaitu membuat acara
seminar dan outbound di atas kapal pinisi selama 2 hari bagi jurnalis dan pers.
Di atas kapal tradisional ini seminar berlangsung dengan suasana berbeda,
mengarungi lautan lepas sambil melihat keindahan kepulauan seribu
HUMAS DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
Sepanjang
2006/2007, kecelakaan darat, laut,dan udara terjadi seperti “ arisan” dan
menelan ratusan korban jiwa. Hilangnya pesawat Adam Air, tenggelamnya Kapal
Motor Penumpang Levina I, terbakarnya pesawat Garuda Indonesia, hingga kondisi
rel dan armada kereta api yang sudah sangat tua. Dampak dari insiden
transportasi tersebut adalah penggantian pejabat eselon satu di jajaran
departemen perhubungan awal maret 2007 oleh menteri perhubungan saat itu
Lalu bagaimana peran humas
departemen perhubungan untuk memperbaiki citra instansinya? Bagaimana
mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan dan system transportasi
Indonesia oleh para operator yang koordinasinya dibawah Departemen Perhubungan?
Krisis citra yang menimpa Departemen Perhubungan seyogyanya dinetralisir melalui kegiatan seperti:
Krisis citra yang menimpa Departemen Perhubungan seyogyanya dinetralisir melalui kegiatan seperti:
- Membentuk tim komunikasi
- Program talkshow di stasiun TV dan radio
- Polling centre
- Lomba peran serta masyarakat
- Iklan layanan masyarakat
HUMAS PALANG MERAH INDONESIA
PMI
bekerja sama dengan sebuah konsultan desain menyusun “Corporate Identity” untuk
menertibkan penggunaan identitas PMI sekaligus menampilkan citra organisasi
yang lebih dinamis, progresif dan professional. Sebagai langkah awal
penerapannya pada organisasi, PMI menggelar acara memperkenalkan “Corporate
Identity” PMI bagi kalangan internal yang dihadiri oleh seluruh staf markas
pusat PMI, perwakilan rumah sakit PMI Bogor serta unit transfuse darah pusat
(UTDP) PMI. “ Jika corporate identity ini dijadikan pedoman oleh seluruh
jajaran pengurus, staf dan relawan di lingkungan PMI secara konsisten,
mudah-mudahan mampu menciptakan citra PMI yang berkesan lebih segar dan
membangun kredibilitas sebagai organisasi yang independent, transparan dan
dapat dipercaya”, ujar wakil sekretaris jenderal PMI, Rachmat Ahadijat
Pedoman “ corporate identity”, PMI
ini berisi standar logo, tipe huruf, ukuran huruf , warna standar, dan aturan
penggunaannya pada berbagai produk publikasi, pakaian, kenderaan, serta
fasilitas lainnya.
Ada 17 posisi dalam karier PR mulai
dari corporate secretary hinggah customer service
1.
Corporate Secretary
Perusahaan atau BUMN yang telah go public wajib memiliki pejabat sekretaris perusahaan atau corporate secretary( corsec). Seorang Corsec biasanya membawahi sub bagian PR, investor relations dan humkum/legal. Karena tugas utama Corsec adalah menjaga reputasi perusahaan dalam aspek bisnis/ usaha melalui komunikasi strategis dengan public internal dan eksternal. Corsec adalah “ tangan kanan “ pemilik perusahaan yang memberi input dan laporan secara berkala mengenai:
Perusahaan atau BUMN yang telah go public wajib memiliki pejabat sekretaris perusahaan atau corporate secretary( corsec). Seorang Corsec biasanya membawahi sub bagian PR, investor relations dan humkum/legal. Karena tugas utama Corsec adalah menjaga reputasi perusahaan dalam aspek bisnis/ usaha melalui komunikasi strategis dengan public internal dan eksternal. Corsec adalah “ tangan kanan “ pemilik perusahaan yang memberi input dan laporan secara berkala mengenai:
- Isu –isu nasional dan global yang mempengaruhi bisnis perusahaan
- Program dan strategi komunikasi untuk meningkatkan daya jual perusahaan
Dengan
demikian, kualifikasi seorang corsec selayaknya menguasai masalah yang lebih
luas ketimbang petugas PR seperti strategi PR,ekonomi mikro dan makro, hukum,
industri, pasar modal dan regulasi pemerintah
Beberapa
nama Corporate Secretary di industri yang berbeda antara lain:
- Andreas Ambesa, Indosiar
- Intan Abdams Katoppo, BNI
- Indira Abidin, Fortune Indonesia
2.
Corporate Affairs
Pengertian Corporate Affairs sesungguhnya sama dengan corporate PR, namun pada praktiknya fungsinya lebih luas meliputi kegiatan corporate governance, CSR dan lainnya
Pengertian Corporate Affairs sesungguhnya sama dengan corporate PR, namun pada praktiknya fungsinya lebih luas meliputi kegiatan corporate governance, CSR dan lainnya
3.
Investor Relations
Petugas hubungan investor dibutuhkan di perusahaan yang sudah go public, yang memiliki saham – saham listing di bursa efek. Para investor sebagai pembeli saham merupakan public eksternal potensial yang selalu harus di update tentang informasi perusahaan. Perbankan, financial, grup perusahaan adalah kategori perusahaan yang membutuhkan investor relations
Petugas hubungan investor dibutuhkan di perusahaan yang sudah go public, yang memiliki saham – saham listing di bursa efek. Para investor sebagai pembeli saham merupakan public eksternal potensial yang selalu harus di update tentang informasi perusahaan. Perbankan, financial, grup perusahaan adalah kategori perusahaan yang membutuhkan investor relations
4.
Communications/ Corporate PR
Tren yang menarik bahwa istilah communications kini menggeser istilah PR atau Humas untuk fungsi dan posisi PR di berbagai instansi swasta dan pemerintah, seperti Kepala Komunikasi Garuda Indonesia, Kepala divisi komunikasi Pertamina, communication Manager di IBM dan banyak lagi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya peran dan tuntutan perusahaan terhadap fungsi PR yaitu merancang, menerapkan dan mengevaluasi hasil program komunikasi strategis agar citra korporat meningkat
Tren yang menarik bahwa istilah communications kini menggeser istilah PR atau Humas untuk fungsi dan posisi PR di berbagai instansi swasta dan pemerintah, seperti Kepala Komunikasi Garuda Indonesia, Kepala divisi komunikasi Pertamina, communication Manager di IBM dan banyak lagi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya peran dan tuntutan perusahaan terhadap fungsi PR yaitu merancang, menerapkan dan mengevaluasi hasil program komunikasi strategis agar citra korporat meningkat
5.
Marketing PR
Contoh program mobil mudik sariwangi yaitu mudik gratis bagi pengirim bungkus sariwangi yang memenangkan undian adalah salah satu bentuk marketing PR. Dengan momentum jelang lebaran, masyarakat yang ingin mudik gratis terdorong membeli produk meskipun peluang untuk menang sangat kecil
Contoh program mobil mudik sariwangi yaitu mudik gratis bagi pengirim bungkus sariwangi yang memenangkan undian adalah salah satu bentuk marketing PR. Dengan momentum jelang lebaran, masyarakat yang ingin mudik gratis terdorong membeli produk meskipun peluang untuk menang sangat kecil
6.
Marketing Communication
Secara structural bertanggung jawab kepada direktur marketing. Tugasnya antara lain:
Secara structural bertanggung jawab kepada direktur marketing. Tugasnya antara lain:
- Menangani special events
- Melaksanakan strategi komunikasi seperti periklanan dan promosi untuk meningkatkan awareness public terhadap merek dan citra perusahaan
- Membuat analisa dan evaluasi terhadap program komunikasi yang telah dilakukan, termasuk penghitungan cost dan revenue bagi perusahaan.
7.
Media Relations
Bertugas memberi informasi seluas – luasnya tentang organisasi dan kebijakannya kepada media. Senjata utama petugas media relations adalah rilis beita yang secara rutin ditulis dan didistribusikan ke semua media terkait.
Bertugas memberi informasi seluas – luasnya tentang organisasi dan kebijakannya kepada media. Senjata utama petugas media relations adalah rilis beita yang secara rutin ditulis dan didistribusikan ke semua media terkait.
8.
Government Relations
Petugas hubungan pemerintah atau government relations bertugas menjembatani kepentingan perusahaan dengan instansi pemerintah yang terkait dengan operasional usahanya. Fungsi ini sangat dibutuhkan pada perusahaan yang lokasi operasionalnya menempati atau bersinggungan dengan wilayah penduduk local, seperti perusahaan pertambangan atau pengolahan hutan
Petugas hubungan pemerintah atau government relations bertugas menjembatani kepentingan perusahaan dengan instansi pemerintah yang terkait dengan operasional usahanya. Fungsi ini sangat dibutuhkan pada perusahaan yang lokasi operasionalnya menempati atau bersinggungan dengan wilayah penduduk local, seperti perusahaan pertambangan atau pengolahan hutan
9.
Community Development
Bertugas meningkatkan harkat kehidupan mayarakat di lingkungan perusahaan sebagai penerapan pertanggung jawaban social perusahaan.
Bertugas meningkatkan harkat kehidupan mayarakat di lingkungan perusahaan sebagai penerapan pertanggung jawaban social perusahaan.
10.
Special Events, Event Coordinator
Perusahaan atau organisasi melakukan special events untuk meningkatkan citra korpoat atau pemasaran produk / jasa. Apakah itu kegiatan roadshow musik perusahaan rokok, peresmian kantor cabang perbankan, lomba bakat, audisi penyanyi di televise swasta, atau seminar pengembangan diri oleh kosultan manajemen.
Perusahaan atau organisasi melakukan special events untuk meningkatkan citra korpoat atau pemasaran produk / jasa. Apakah itu kegiatan roadshow musik perusahaan rokok, peresmian kantor cabang perbankan, lomba bakat, audisi penyanyi di televise swasta, atau seminar pengembangan diri oleh kosultan manajemen.
11.
External Relations
Tugasnya adalah :
Tugasnya adalah :
- Menangani masalah atau keluhan dari klien, konsumen, pemirsa, yang menyangkut stabilitas perusahaan dan mencari solusinya
- Memberi kontribusi kepada public eksternal/istitusi untuk menarik simpati seperti aksi social, donasi, sponsorship, program edukasi, dll
- Memantau publisitas media baik positif maupun negatif tentang perusahaan dan melakukan pendekatan media manakala diperlukan
12.
Internal Relations
Karyawan, anggota organisasi, manajemen adalah public internal yang paling menentukan jalannya organisasi. Jika public internal tidak memperoleh informasi yang memadai tentang kegiatan perusahaan, niscaya mereka sulit mendukung kegiatan organisasi, yang pada akhirnya berdampakpada pencapaian target atau tujuan perusahaan
Karyawan, anggota organisasi, manajemen adalah public internal yang paling menentukan jalannya organisasi. Jika public internal tidak memperoleh informasi yang memadai tentang kegiatan perusahaan, niscaya mereka sulit mendukung kegiatan organisasi, yang pada akhirnya berdampakpada pencapaian target atau tujuan perusahaan
13.
Promotion
Mempromosikan merek/ produk kepada public baik secara langsung, melalui kegiatan atupun media.
Mempromosikan merek/ produk kepada public baik secara langsung, melalui kegiatan atupun media.
14.
Research & Development
Bagi mereka yang menyukai riset, statistic peluang kerja di bagian research & development hampir selalu ada di perusahaan swasta maupun pemerintah
Bagi mereka yang menyukai riset, statistic peluang kerja di bagian research & development hampir selalu ada di perusahaan swasta maupun pemerintah
15.
Account Executive ( AE)
Posisi awal seorang fresh graduate sarjana PR biasanya menjadi Account Executive. Baik di biro iklan, konsultan PR , majalah, TV swasta, radio swasta dan lainnya. Tugasnya adalah mencari dan melayani klien yaitu perusahaan pemasang iklan
Posisi awal seorang fresh graduate sarjana PR biasanya menjadi Account Executive. Baik di biro iklan, konsultan PR , majalah, TV swasta, radio swasta dan lainnya. Tugasnya adalah mencari dan melayani klien yaitu perusahaan pemasang iklan
16.
Customer Relations
Selain penampilan menarik, kemampuan komunikasi dan CS oriented ( mampu melayani konsumen dengan baik dan ramah) adalah kemampuan non teknis disamping penguasaan computer. Dalam jenjang karir, CS dapat menjadi staf PR atau marketing, karena memiliki communication skill dan product knowledge.
Selain penampilan menarik, kemampuan komunikasi dan CS oriented ( mampu melayani konsumen dengan baik dan ramah) adalah kemampuan non teknis disamping penguasaan computer. Dalam jenjang karir, CS dapat menjadi staf PR atau marketing, karena memiliki communication skill dan product knowledge.
17. Management
Trainee
Melalui program MT, karyawan yang lulus seleksi akan detraining selama 1 tahun untuk menjadi professional multi skilled dan multi – tasking, sebelum diposisikan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlian. MT yang diposisikan ke bagian PR harus memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding rekanny, selain pemahaman terhadap peningkatan citra perusahaan.
Melalui program MT, karyawan yang lulus seleksi akan detraining selama 1 tahun untuk menjadi professional multi skilled dan multi – tasking, sebelum diposisikan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahlian. MT yang diposisikan ke bagian PR harus memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding rekanny, selain pemahaman terhadap peningkatan citra perusahaan.
Kamis, 24 Februari 2011
PUBLIC RELATIONS (PR) SEBAGAI FUNGSI MANAJEMEN.
Dalam Definisinya Public Relations (PR) adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagaalan organisasi tersebut. Definisi PR, menempatkan PR sebagai sebuah fungsi manajemen, yang berarti bahwa manajemen di semua organisasi harus menempatkan PR. Definisi ini juga mengidentifikasi pembentukan dan pemeliharaan hubungan baik yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi PR. Sebagai fungsi manajemen, PR adalah bagian dari struktur organisasi dan bagian dari proses untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Tanggung jawabnya mencakup aktivitas membantu organisasi untuk mengidentifikasi, menilai dan menyesuaikan diri dengan lingkungan ekonomi, politik, sosial dan teknolog yang terus berkembang.
Public relation merupakan fungsi manajemen khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan berbagai publiknya .
Dari definisi di atas tampak bahwa PR adalah fungsi manajemen bukan adminsitratif. Secara lebih dalam lagi pada sessi atau mata kuliah yang lain akan dibahas mengenai posisi PR sebagai koalisi dominan yang duduk di leher struktur yang bertindak sebagai fungsi manajemen sehingga kurang tepat jika PR hanya didudukkan sebagai bagian dari marketing, SDM, atau jika kita lihat di pemerintah tidak kurang PR atau Humas hanyal bagian dari seksi. Dalam hal penempatan PR ada beberapa klasifikasi penempatan dan pemanfaatan PR pada sebuah organisasi:
1. Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada hirarkhi tinggi di perusahaan, memiliki garis pelaporan langsung kepada pimpinan atau kepala administrator. Beberapa menempatkan fungsi Public Relations pada posisi yang lebih rendah, memiliki hubungan pelaporan dengan bagian pemasaran, personalia, legal atau pengambil keputusan lain di tingkat yang lebih tinggi.
2. Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada unit tersendiri sementara itu ada beberapa organisasi yang menempatkan Public Relations pada beberapa unit dalam departemen di organisasi.
3. Beberapa organisasi menggunakan konsultan dari luar organisasi/perusahaan, beberapa menggunakan Public Relations dari internal perusahaan bahkan ada yang menggabungkan keduanya (Grunig,1992;396)
Praktisi public relations atau petugas humas dapat mengarahkan unsur-unsur potensial agar dapat membentuk opini publik sesuai dengan citra yang diinginkan oleh organisasi. Bagaimanapun juga kita mahfum, bahwa opini publik dan citra organisasi tentu saja merupakan faktor penting yang menentukan sukses atau gagalnya aktivitas dan pelaksanaan program organisasi.
Ø Kaitan PR dengan manajeman.
PR dalam definisinya dikatakan bahwa PR itu melekat pada manajemen. Manajemen tak akan dapat berjalan sebagimana seharusnya tanpa adanya PR. Manajemen sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam kehidupan masyarakat modern seperti sekarang ini. Tak ada kegiatan yang dilakukan dalam dan oleh masyarakat yang tidak memerlukan manajemen. Dalam pengertian PR dinyatakan bahwa PR akan sukses dalam fungsinya apabila mamu menciptakan, membangun, dan mengembangkan relasi kita. Barangkali di antara sekian banyak kegiatan manusia tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan kegiatan yang disebut managing itu, dari persiapan yang akan merupakan input organisasi atau kelompok, bahkan mungkin pribadi.
Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik (Public Relations News).
Public Relations melibatkan manajemen problem dalam atau manajemen isu, PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik; PR mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik; PR membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif, dan PR dalam hal ini adalah sebagai sistem peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends); dan PR menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya.
Ø Pendukung manajemen perusahaan / lembaga.
Public relation merupakan fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerjasama, melibatkan manajemen dalam permasalahan, membantu manajemen mampu menanggapi opini public, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara afektif, bertindak sebagai sistim peringatan dini dalam mengantisispasi kecenderungan menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama. Public relation merupakan fungsi manajemen khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan berbagai publiknya .
Kedudukan, peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat. PR harus diposisikan secara langsungb berdekatan dengan manajemen. Hal ini sesuai dengan fungsi manajemen di dalam organisasi. PR harus terletak pada lini garis staf manajemen puncak. Dengan begitu PR dapat mengorganisasi seluruh kegiatan komunikasi organisasi baik secara internal maupun eksternal. PR merupakan salah satu pendukung dalam mengatur organisasi atau perusahaan. Disini PR dalam kegiatannya merupakan profesi dalam melayani publiknya, dan ikut menentukan tujuan organisasi atau perusahaan dengan membuat rencana kerja, menciptakan strategi, melaksanakan rencana kerja, dan menilai hasil kerja. PR berusaha menempatkan manajer sebagai top manajemen dalam kepemimpinannya, dan mengefektifkan serta mengefisiensikan pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan menjadi kenyataan demi kontinuitas organisasi atau perusahaan tersebut.
Kedudukan, peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat.
Hal-hal yang dapat dilakukan public relations dalam mendukung tujuan perusahaan, yaitu:
1. Mempromosikan barang atau jasa.
2. Mendeteksi isu dan peluang yang berpengaruh pada perusahaan.
3. Menetapkan bentuk organisasi dalam berhubungan dengan publik.
4. Meningkatkan nama baik terhadap seluruh karyawan.
5. Mencegah dan menyelesaikan masalah ketenagakerjaan.
6. Meningkatkan nama baik pemegang saham.
7. Menghindari kesalahpahaman atau kecurigaan publik terhadap perusahaan.
8. Menginvestigasi perilaku kelompok-kelompok yang mempengaruhi organisasi.
9. Memformulasikan kebijakan-kebijakan dan cara penerapannya.
10. Memperhatikan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan public relation.
Kapan aktivitas public relations dilakukan, kembali kepada kebijaksanaan perusahaan apa yang ingin dicapai dalam aktivitasnya tersebut. Pada prinsipnya aktivitas public relations untuk meningkatkan citra perusahaan, tetapi juga harus dipertimbangkan tujuan-tujuan khusus yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan.
Berikut ini beberapa tujuan perusahaan yang membutuhkan dukungan dari aktivitas public relations berkaitan dengna citra perusahaan.
a. Untuk mengubah citra perusahaan;
b. Untuk mendukung usaha-usaha pemasaran dan promosi perusahaan;
c. Untuk mengimbangi publikasi yang merugikan perusahaan dan mengembalikan kepercayaan konsumen;
d. Untuk membuat pemerintah dan lembaga legislatif memperhatikan aktivitas perusahaan;
e. Menunjukkkan semangat untuk memberikan terbaik kepada masyarakat dengan menarik produk yang dianggap gagal atau rusak, yang dapat merugikan;
f. Untuk menjelaskan kebingungan konsumen dengan masuknya produk palsu atau produk imitasi.
Ø Peran dan Fungsi PR dalam perusahaan / lembaga.
Peranan dan tugas Public Relations dalam sebuah organisasi (perusahaan/pemerintahan), jelas sengatlah penting. Sehingga pelaksanaan aktivitasnya harus dikemas seefektivas mungkin. Dan ini di antaranya bisa diraih dengan cara mempesiapkan dan mengaplikasikan program kerja Public Relations dengan baik dan tepat.
Pada dasarnya ada empat peran PR dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:
1. Communication Tehnician
Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"
2. Expert Prescriber
Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya. Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahala seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan.
3. Fasilitator Komunikasi
Peran fasilitator komunikasi bagi para praktisi adalah sebagai pendengar yang peka dan broker (perantara) komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara (liaison), interpreter, dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan menfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat keputusan demi kepentingan bersama.
4. Fasilitator Pemecah masalah
Ketika praktisi melakukan peran fasilitator pemecah masalah, mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendifinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dari tim perencanaan strategi. Kolaborasi dan musyawarah dimulai dengan persoalan pertama dan kemudian kemudian sampai ke evaluasi program final. Praktisi pemecah masalah membantu manejer lain dan organisasi untuk mengaplikasikan PR dalam proses manajemen bertahap yang juga dipakai untuk memecahkan problem organisasional lainnya.
Fungsi PR dalam perusahaan / lembaga akan mendapat kekuasaan apabila anggota koalisi menghargai PR sebagai fungsi manajemen yang penting. Atau tidak menganggapnya sekedar fungsi teknis yang bertugas mengimplementasikan strategi komunikasi yang diputuskan oleh orang lain. Dalam fungsi manajemen PR dalam kegiatannya merupakan profesi dalam melayani publiknya, dan ikut menentukan tujuan organisasi atau perusahaan dengan membuat rencana kerja, menciptakan strategi, melaksanakan rencana kerja, dan menilai hasil kerja.
Selain itu Fungsi PR antara lain;
1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam rangka mencapai tujuan bersama.
2. Membina hubungan yang baik atau harmonis antara organisasi dengan pihak publiknya, sebagai khalayak sasarannya.
3. Mengidentifikasi yang menyangkut opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap organisasi yang diwakilinya, atau sebaliknya.
4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi untuk tujuan dan manfaat bersama.
5. Menciptakan komunikasi 2 arah timbal balik, dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari organisasi ke publiknya atau terjadi sebaliknya demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.
6. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.
7. Menentukan dan memahami secara benar prilaku tiap-tiap kelompok terhadap organisasi.
8. Menganalisasi tingkat opini publik, baik yang intern (internal public) maupun yang ekstern (external public).
9. Mengantisipasi kecenderungan-kencenderungan, masalah-masalah potensial, kebutuhan-kebutuhan dan kesempatan-kesempatan.
10. Menentukan formulasi dan meurumuskan kebijakan-kebijakan.
11. Merencanakan alat atau cara yang sesuai untuk meningkatkan atau mengubah prilaku masayarakat sasaran. Termasuk membuat budget/anggaran biaya operasionalnya.
Langganan:
Entri (Atom)